Diplomasi Singapura

Mei 13, 2008 senysingapura

Diplomasi Singapura dengan dua negara tetangga terdekat, Indonesia dan Malaysia.

Peristiwa ini dapat dikatakan penuh dengan simbolisme, yaitu pertama bahwa hubungan baik Singapura-Malaysia tidak bisa dicapai tanpa hubungan baik Singapura-Johor. Kedua, langkah simbolis Singapura ini bahkan dikatakan bersifat politis dan merupakan akhir dari rasa kecanggungan/ kekhawatiran Singapura untuk melibatkan dirinya dalam IDR (Iskandar Development Region), proyek masif yang merupakan bagian dari strategi besar PM Abdullah Badawi bagi masa depan Malaysia. Langkah simbolis tsb diikuti dengan pertemuan retreat pada 14-15 Mei 2007 di Langkawi (Malaysia) PM Singapura dengan PM Malaysia yang dikatakannya sebagai breakthroug dan groundbreaking, meskipun kedua Perdana Menteri tetap masih perlu mengelola kritik-kritik yang ada tentang pertemuan Langkawi termaksud. Pertemuan Langkawi itu merupakan yang pertama sejak pemimpin kedua negara menjadi PM yang hamper bersamaan, PM Abdullah pada Nopember 2003 dan PM Lee Hsien Loong pada Agustus 2004. Pertemuan Langkawi 14-15 Mei 2007 harus dilihat hampir bersamaan dengan perkembangan membaiknya hubungan Singapura-Indonesia. Dua minggu sebelum KTT Langkawi, orang dikagetkan dengan lompatan membaiknya hubungan Singapura-Indonesia, yaitu dengan diselesaikannya Perjanjian Ekstradisi (ET) dan Perjanjian Kerjsama Pertahanan (DCA).

Berita besar setidaknya bagi Indonesia adalah kesediaan Singapura yang akhirnya dapat menyepakati ET. Kesediaan Indonesia untuk menerima prinsip “balance of Benefits”, yaitu dengan dicapainya juga kesepakatan tentang DCA pada 23 April 2007 merupakan faktor juga. Meskipun masih terdapat soal tentang implementasi DCA dan adanya suara-suara keraguan dari pihak Parlemen Indonesia, setelah penanda-tanganan pada 27 April 2007, kesepakatan kedua perjanjian tsb telah menciptakan tahapan bagi fase baru hubungan Indonesia-Singapura ke depan. Dikatakan bahwa diplomasi dalam waktu 33 hari (11 April – 14/15 Mei 2007) Singapura bukan hal yang biasa. Diplomasi ini merupakan perimbangan antara keinginan Singapura untuk menjadi global city dan kenyataan bahwa Singapura tetap merupakan bagian dari Asia Tenggara. Singapura perlu memperlihatkan perhatiannya kepada negara-negara tetangganya dan ini berarti friendship dan bukan conflict. Suka atau tidak suka, Singapura, Malaysia dan Indonesia adalah the core of ASEAN. Pesan demikian menjadi kritis pada saat Singapura perlu mempertimbangkan bahwa dirinya akan mengambil alih peran Ketua ASEAN pada 2007 ini, pada saat mana orang banyak mengharapkan suatu road map baru bagi ASEAN pada 40 tahun mendatang.

Entry Filed under: Diplomasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
 
%d blogger menyukai ini: