Keterlibatan Singapura Dalam Perang

Mei 27, 2008 senysingapura

Negara dimana masa lalu selalu diingat dalam menyonsong masa depan.

Catatan tertua tentang Singapura adalah catatan dari bangsa China dari abad ke-3 , yang menulis tentang Singapura sebagai “Pu-Luo-Chung” (“pulau di ujung semenanjung”). Tidak banyak yang diketahui tentang sejarah pulau ini pada waktu itu, tetapi dengan adanya tulisan ini menunjukan masa lalu Singapura yang beraneka ragam. Pada abad ke 14, Singapura menjadi bagian dari kerajaan Sriwijaya yang sangat berkuasa, dan disebut sebagai Temasek (“Kota Laut”).

Tak ada yang lebih akurat daripada namanya di abad ke 3. Berlokasi di titik silang alami jalur laut di ujung Semenanjung Malaya, Singapura mempunyai sejarah kunjungan berbagai ragam kapal laut, mulai dari junk China, kapal vesel India, dhow Arabia, kapal perang Portugis, sampai kapal sekonyar Bugis.
Pada abad ke-14, pulau kecil yang berlokasi strategis ini mendapat nama baru – “Singa Pura”, atau “Kota Singa”. Menurut legenda, seorang Pangeran dari Kerajaan Sriwijaya yang sedang bertandang melihat seekor hewan yang ia kira macan, dan lahirlah nama Singapura di masa kini. Bangsa Inggris memberikan masukan yang penting dalam riwayat Singapura. Dalam abad ke-18 , mereka melihat adanya kebutuhan akan “rumah persinggahan” yang strategis untuk memperbaiki, memuat makanan, melindungi armada kerajaan mereka, serta untuk menahan gerak maju Belanda di wilayah itu. Dengan latar belakang politik seperti inilah Sir Stamford Raffles menjadikan Singapura sebagai pusat perdagangan. Kebijaksanaan perdagangan bebasnya menarik para saudagar dari seluruh penjuru Asia, dan sampai ke negeri-negeri jauh seperti Amerika Serikat dan Timur Tengah. Pada tahun 1824, hanya lima tahun setelah pendirian Singapura modern, populasinya tumbuh dari 150 menjadi 10.000 orang.

Dalam tahun 1832, Singapura menjadi pusat pemerintahan Selat Penang, Malaka dan Singapura. Pembukaan Terusan Suez di tahun 1869 dan lahirnya telegraf serta kapal uap meningkatkan nilai penting Singapura sebagai pusat perdagangan yang terus berkembang, antara dunia Timur dan Barat.

Singapura pernah menjadi lokasi pertempuran di abad 14, saat terlibat dalam perebutan Semenanjung Malaya antara kerajaan Siam (kini Thailand) melawan Kerajaan Majapahit dari Jawa.

Lima abad kemudian, pulau itu kembali mejadi tempat peperangan besar selama perang dunia II. Singapura dianggap sebagai benteng yang tak terkalahkan, namun ternyata Jepang berhasil menguasai pulau ini di tahun 1942. Setela perang Singapura menjadi bagian dari koloni kerajaan Inggris, kemudian seiring dengan waktu serta tumbuhnya rasa nasionalisme yangt tinggi akhirnya terbentuk pemerintahan otonomi pada tahun 1959 dan pada tanggal 9 Agustus 1965, Singapura mendapatkan kemerdekaannya dan menjadi negara republik.

Entry Filed under: Keteribatan Dalam Perang

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
 
%d blogger menyukai ini: